SIMAAN AL QUR’AN- DPD NASDEM PONOROGO Pak UDIN LEGOWO

 


Ponorogo,WG (02/9) 6 Partai Kolasi akhirnya mengusung Paslon Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono, pada Pilkada Ponorogo 2020, yaitu : NasDem, PKB,Gerindra, Demokrat, Golkar, PKS. Yang akan menggelar deklarasi pada 03 september 2020, di wilayah pasar pon. DPD Partai NasDem menggelar Sima’an Al Qur’an (02/9) dimulai ba’da subuh hingga pukul 17.00 WIB bersama masyarakat lingkungan kantor DPD Partai NasDem Ponorogo, di Jalan Batoro Katong berdekatan dengan lokasi deklarasi.kegiatan ini dimaksudkan untuk sukses pilkada 2020, sekaligus membangun silaturrahmi  dengan masyarakat lingkungan dimana deklarasi paslon akan digelar.


Pak Udin  Legowo

Saifudin dimyati atau akrab disapa pak udin. Selaku Ketua DPD Partai NasDem Ponorogo, mengaku legowo dengan terbitnya rekomendasi koalisi parpol pengusung Ipong-Bambang untuk pilkada 2020, untuk memperkokoh kemenangan, dimana sebelumnya sempat mencuat nama pak Udin untuk mendampingi Ipong, kendati partainya bisa mengusung sendiri tanpa koalisi. “kepentingan partai lebih kita kedepankan, daripada kepentingan pribadi, sesuai kultur yang dibangun Partai NasDem selama ini” tuturnya. Kultur yang dimaksud adalah : Politik anti mahar, Restorasi Indonesia dan gerakan perubahan.

Tidak banyak yang tahu bahwa Pak Udin berkecimpung di NasDem sejak Ormas NasDem berdiri hingga terbentuk menjadi Partai, kultur dan Ideologi partai benar-benar diterapkan dalam rangka pembesaran partai beserta ubo rampen-nya, membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk berkiprah dalam wadah partai nasdem.

Baliho Pilkada 2015 Partai NasDem
Ia juga yang mendorong dan mengusung Ipong Muchlissoni pada pilkada 2015, dengan dukungan partai NasDem, mempopulerkan Soedjarno menjadi Wakil Bupati yang sempat menjadi fungsionaris Partai NasDem, meskipun kemudian berpindah ke PAN, untuk menjaga soliditas koalisi. Pak Udin memandang partai NasDem sebagai amanah yang harus dijalankan, kepentingan umum lebih dikedepankan, meneladani pribadi sosok Ketua Umum Surya Paloh, yang tetap konsisten menjaga marwah partai meski tanpa jabatan. “inilah sikap yang harus diteladani, jika benar-benar menjalankan Restorasi Indonesia dan Gerakan Perubahan” tutur Gus Faruq, Sekretaris DPD Partai NasDem Ponorogo. (danz)
Share:

SHOLAWAT NARIYAH 4444 kali Dan Sima’an Al Qur’an - DPD Partai NasDem Ponorogo

 


Ponorogo,WG (28/8) Jelang perhelatan PILKADA 2020, DPD Partai NasDem Ponorogo Melaksanakan kegiatan Istighotsah dengan bacaan  “Sholawat Nariyah” 4444 kali sesuai arahan DPW Partai NasDem Jawa Timur bertempat di Makam Sunan Batoro Katong (Bupati Pertama) Ponorogo, pada Kamis malam Jum’at (27/8). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memohon kepada Allah Swt, agar diberikan kecerahan, ketentraman dan kemantapan dalam perhelatan pilkada 2020.

“memohon kepada Allah Swt. Adalah sesuatu yang paling penting, agar memperoleh petunjuk yang baik dan pertolongan  dalam melaksanakan hajat, karena Pilkada adalah sesuatu yang sakral untuk kepemimpinan Ponorogo 5 Tahun mendatang” tutur Saifudin Dimyati (Ketua DPD NasDem Ponorogo). “ Dalam waktu dekat juga dilaksanakan Sima’an Al Qur’an yang dilaksanakan secara virtual, karena dalam kondisi, new normal” tambahnya.

Sholawat Nariyah dipimpin oleh Gus Faruq, bersama jama’ah khusus. Sholawat Nariyah adalah sholawat yang popular di kalangan nahdliyyin,  susunan Syekh Ibrahim at Tazy al-Maghribi, ulama’ sufi dari kota Taza, Maroko. Di kalangan penduduk Maroko, shalawat ini dinamai Nariyah dari kata Nar yang berarti api, karena kemustajabahannya yang cepat. Penduduk Maroko banyak membuktikan bahwa ketika mereka menginginkan apa yang mereka cari atau sedang dalam kesulitan, mereka membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali dan dengan cepat keinginan mereka tersebut segera tercapai.

Syekh Haqqi an-nazili dalam kitab Khozinatul Asror (h.179) memberikan ijazah untuk mengamalkan sholawat nariyah, syekh haqqi memperoleh ijazah pengamalan dari Syekh Muhammad at-Tunisy, Syekh Al Maghriby, Syekh sayyid zein al Makky. Syekh sayyid Muhammad As sanusy di Jabal Qubais Makkah. “Ijazah pengamalan berfungsi sebagai dasar suatu amalan dan legalitas dalam wilayah spiritual” tutur Gus Faruq.

Share:

Penjagaan TNI-Polri Pengamanan Suroan di Ponorogo

 

Personel TNI-Polri berjaga diperbatasan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Madiun.

Penjagaan di Perempatan Mlilir ini bertujuan untuk menghalau pergerakan massa dari perguruan pencak silat untuk memperingati 1 Suro di Madiun.


Kapospam Mlilir, Iptu Tatag Siregar mengatakan, penjagaan dilakukan mulai Rabu (19/8/2020) malam, hingga Kamis (20/8/2020) siang.

Sedangkan personel yang dikerahkan dalam penjagaan ini antara lain dari Polri 30 personel, dari Satbrimob Madiun satu pleton dan dari TNI 8 personel.

"Tindakan yang kami lakukan adalah pemeriksaan secara selektif prioritas kepada warga masyarakat yang melintas menuju Madiun yang kami prediksi dia adalah warga dari organisasi PSHT maupun PSHW yang akan melaksanakan kegiatan nyekar di Madiun," kata Tatag, Kamis (20/8/2020).

Satu persatu, petugas memeriksa jok motor roda dua maupun bagasi kendaraan roda empat untuk memastikan pengendara tidak membawa senjata tajam.

Hingga jelang berakhirnya penjagaan, aparat kepolisian tidak menemukan gerakan massa dari perguruan pencak silat dari Ponorogo ke arah Madiun.

"Memang sebelumnya sudah kami laksanakan imbauan maupun pendekatan kepada tokoh atau kepada yang tertua dari perguruan PSHT maupun PSHW," lanjutnya.

Jika ada massa dari perguruan pencak silat yang nekat melintas dan terjaring personel, maka petugas akan memberikan pengarahan dan diminta untuk putar balik.

Tatag mengatakan, penghalauan penumpukan massa di Madiun ini selain untuk mencegah adanya bentrokan massa juga untuk mengantisipasi adanya kerumunan orang sebagai salah satu unsur penegakkan protokol kesehatan, yaitu physical distancing atau jaga jarak.



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Halau Massa Pencak Silat Suroan, TNI-Polri Jaga Ketat Perbatasan Ponorogo - Madiun, https://surabaya.tribunnews.com/2020/08/20/halau-massa-pencak-silat-suroan-tni-polri-jaga-ketat-perbatasan-ponorogo-madiun.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur

Share:

Pondok Gontor Netral dalam PILKADA Ponorogo 2020

 


Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor (Unida), Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi menegaskan, keluarga besar Ponpes Gontor bersikap netral dalam Pilkada Ponorogo 2020.

Hamid menjelaskan, Ponpes Gontor tidak pernah mencampurkan pendidikan dengan politik praktis dan tidak memihak salah satu pihak saat Pemilu, termasuk Pilkada Ponorogo 2020.

"Kami adalah lembaga pendidikan yang mencetak para pemimpin dan politisi. Politiknya adalah politik pendidikan, artinya kami tidak memilih pemimpin melalui partai politik, tetapi kami menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan, politik kami itu," kata Hamid, Jumat (14/8/2020).


Ia melanjutkan, jika keluarga besar Ponpes Gontor memihak salah satu pihak atau partai politik dalam pilkada, hal tersebut sama saja dengan berniat menutup Ponpes Gontor

"Bahkan Gontor ini tidak di bawah Ormas manapun. Misal Gontor milik NU, orang Muhammadiyah nanti tidak masuk. Demikian juga sebaliknya," kata Hamid.

"Jadi sejak awal berdirinya Gontor, sudah memisahkan politik dari pendidikan," lanjutnya.

Hanya saja, lanjut Hamid, Gontor mempunyai pandangan seorang pemimpin harus memikirkan rakyat dan harus pro dengan rakyat.

Ponpes Gontor juga tidak segan untuk mengkritisi pemimpin atau kepala daerah untuk memberikan masukan yang konstruktif.

"Mengkritik pemimpin sah-sah saja, dalam Islam menjadi sebuah perintah untuk berani mengatakan sesuatu," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Netral dalam Pilkada Ponorogo 2020, Ponpes Gontor Mengaku Punya Jalan Politik Sendiri, https://surabaya.tribunnews.com/2020/08/14/netral-dalam-pilkada-ponorogo-2020-ponpes-gontor-mengaku-punya-jalan-politik-sendiri.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur

Share:

Lintas Batas Spiritual melalui Ziarah Virtual Majlis Ta’lim “Al Maghfury”




Ponorogo,WG, Sabtu (08/08) Majlis Ta’lim “Al Maghfury” menyelenggarakan kegiatan Ziarah Virtual melalui aplikasi Zoom, mengambil lokasi di Makam Batoro Katong dan Makam Tegalsari, Ponorogo, berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Batoro Katong dan pukul 14.30 WIB di Makam Tegalsari. Kegiatan ini diikuti oleh 200 partisipan dari aplikasi zoom meeting yang telah melakukan registrasi sebelumnya. 
Kegiatan Ziarah Virtual ini baru pertama kali dilaksanakan dan dalam tahap uji coba, dimaksudkan untuk tetap melakukan kegiatan social keagamaan dengan menerapkan protocol covid-19. Dilain itu pengguna gawai semakin meluas, sehingga peserta dari luar daerah yang terkendala jarak bisa tetap mengikuti. Tutur nyai Susi Nariati (Panitia). 

Pimpinan dan Team Virtual Al Maghfury
Beberapa kendala yang dihadapi adalah provider jaringan (signal) yang berbeda beda di setiap tempat. Dan aplikasi Zoom yang tidak menyediakan pembagian Link yang bisa dilakukan serentak pada aplikasi Whatsapp, “ kami sedang mencari solusi yang paling simple untuk mengatasi kendala ini, namun intinya sudah bisa dilakukan optimal dan terus disempurnakan” tutur Bintang F.Prakosa (Teknisi IT). 

Para Auliya’ dan Sholihin, tidak meninggal, hanya jasadnya saja yang meninggal, ilmu dan akal tetap melekat, ruhnya lebih intens bertawajjuh kepada Allah jauh melebihi ketika masih hidup, karena beban /taklif duniawi telah terangkat. Do’a-doanya mustajabah sebagai bentuk apresiasi kemuliaan derajatnya disisi Allah ‘azza wa jalla. (Sayyid Abdullah Alwi al Haddad dalam kitab Sirajut Thalibin ala Minhajil Abidin, , juz I, halaman 466). 
Durumah  Tetap Ziarah ; Nge-Zoom bersama Muslimat NU

 Ziarah Makam adalah mendekat dengan Auliya’ dan Sholihin, melintas batas material- spiritual yang tidak terkendala jarak dan ruang, agar tertular (terimbas spirit kebaikan) dari Auliya’ pada diri kita dan tumbuh dorongan untuk bertawajjuh kepada Allah Swt, hingga menemukan kemuliaan abadi (dunia akherat) yang hakiki dari Allah Swt. Atau Mukti Tanpo Piranti ( Mulia tanpa Perangkat duniawi/ bukan kemuliaan semu). Ziarah makam Virtual selanjutnya akan dilaksanakan tanggal, 15 Agustus 2020, mengambil lokasi Makam Sunan Pandanaran/ Makam Sunan Tembayat Klaten, Jawa Tengah.

Kru Virtual -MTV Al Maghfury

Share:

KYAI MAGHFUR HASBULLOH (Bag.2) Lanjutan...

 

 2. Kyai Mahmud, Durenan – Pendakwah/Orator Ulung

Kyai Mahmud bin Mu’awan, adalah pemangku pesantren Durenan, selepas beliau wafat digantikan adiknya Kyai Hasbulloh dan migrasi ke Joresan –Ponorogo. Kyai Mahmud dikenal sebagai pendakwah/orator ulung di zamannya. Sosok inilah yang menginspirasi Kyai Maghfur manjadi orator, yang juga pamannya. Beliau sering menyempatkan diri  menziarahi makamnya saat pulang atau berangkat belajar di Pondok Pesantren Bendo, Kediri dengan harapan, kata beliau “ben ketularan (biar menular kelebihannya)” atau dengan kata lain transformasi spirit.

Makam Kyai Mahmud bin Mu’awan, berada di Komplek Makam Durenan, area sebelah selatan Makam Kyai Abdul Mashir (Mbah Mesir). 

 

3.  H.Ibrohim, Lurah, Malo – Mojorejo,Jetis

H.Ibrohim adalah Lurah Malo, Mojorejo Jetis, Istrinya adalah bibi Kyai Maghfur. Sejak usia 7 tahun Kyai Maghfur diasuh oleh bibi dan pamannya. Filosofi hidup, tatakrama sosial, banyak diperoleh dari H.Ibrohim. Kyai Maghfur sering berpesan kepada keluarga bahwa H.Ibrohim tidak berputra, tolong didoa’akan dan makam-nya diziarahi.

 

Makam H.Ibrohim,Malo-Mojorejo

4.  KH.Masruri Sahar dan Pengkaderan Kaum Muda

KH.Masruri Sahar, adalah tokoh Nahdlotul Ulama’ di Ponorogo, bertempat tinggal di Kertosari, Komplek Masjid Kyai Ageng Besari Kertosari. Beliau menampung kaum muda pergerakan tinggal di rumahnya, memberikan ruang dan media untuk mengembangkan diri. Termasuk Kyai Maghfur muda tinggal di rumahnya bersama kaum muda lainnya, seperti : KH.Syamsul Huda (Dewan Syuro Pertama, DPC PKB Ponorogo). Dari sini lahir Ide-Ide pembaharuan.

Tak heran bila PCNU Ponorogo, lebih dinamis dibanding PCNU daerah lainnya.(Danz)


Share:

KYAI MAGHFUR HASBULLOH (Bag.2)

Pembentukan Karakter -Inspirator Kehidupan

1. Kyai Hasbulloh Mu’awan, Joresan – Orangtua Kyai Maghfur 
Nama Hasbulloh merujuk pada Kyai Hasbulloh Mu’awan Joresan, orangtua kandung dari Kyai Maghfur Hasbulloh. 
Kyai Hasbulloh (1901 – 1981M) berasal dari Durenan, Trenggalek, putra Kyai Mu’awan bin Kyai Abdul Masir ( Durenan,Trenggalek ) bin Kyai Yahuda (Makamnya di sebuah bukit, Desa Nogosari, Lorog, Pacitan). 

Kyai Hasbulloh, menikah (pada Jum’at Legi, wulan Besar 1346H/1928M)* dengan nyai Siti Aminah salah satu putri Kyai Bahri pemangku Pondok Joresan, selanjutnya diberi amanah mengelola Pesantren. Pondok Joresan sendiri adalah termasuk Pondok tua berdiri Tahun 1800-an didirikan oleh Kyai Moh.Thoyyib generasi ketiga dari Kyai Ageng Mohammad Besari Tegalsari, dari jalur Kyai Haji M.Ishaq,Coper. 
 *) tulisan tangan dalam kitab “Ad Dairobi”pustaka pribadi Kyai Hasbulloh 

Masyarakat mengenal Kyai Hasbulloh, sebagai sosok kyai sepuh, sederhana dan konsisten mengelola pendidikan pesantren hingga akhir hayat. Materi kurikulum pelajaran tasawwuf/akhlaq beliau ajarkan hingga khatam(selesai), hal ini terlihat dari Kitab “Al Hikam” bahan ajar beliau yang runtut dalam memberikan catatan/ ma’no gandul. Dari bahan ajar ini terlihat tingkat spiritual/ma’rifat bernalar dengan dasar filosofi agama, meski masyarakat masa itu juga menganggap beliau sebagai sosok Kyai Ampuh (Supranatural) 

Antara Mursyid Thoriqoh Vs Pendidik /Pengajar 
Dalam wilayah Thoriqot yang sakral , seorang mursyid (pemimpin Thoriqot) bukanlah orang sembarangan, legalitas-nya ditentukan oleh penunjukan mursyid lain- setelah melalui proses Istikhoroh yang intens dari sang mursyid. Kyai Hasbulloh (meskipun tidak pernah terlibat dalam ritual Thoriqoh tetentu), suatu ketika diminta dan ditunjuk untuk menjadi mursyid, beliau menolak halus dengan alasan konsentrasi dalam mengajar santri. Yang menunjuk adalah KH.Abu Dawud-Durisawo (Mursyid senior Thoriqot Naqsabandiyah Ponorogo, yang otoritasnya tidak diragukan). KH.Abu Dawud adalah Juga besan Kyai Hasbulloh dimana salah satu putrinya diambil menantu, dan juga Kakek dari Nyai Asminatin Maghfur dari jalur ibunya (Nyai Mardiyah putri KH.Abu Dawud). 

Type Kyai Hasbulloh, merujuk catatan Kyai Maghfur, bila dikelompokkan dalam 4 bagian pergerakan masyarakat Islam di Indonesia, yaitu ; 1) Philantropis (kelompok pemikir/Keilmuan) 2) Ritualis (pegiat kegiatan ritual) 3) Mistisis (Pegiat Supranatural) 4) Radikalis (pegiat gerakan radikal), maka Kyai Hasbulloh mengarah ke Type Philantropis. Antusiasme dalam bidang keilmuan ditunjukkan dalam mengklasifikasi Kitab Kuning sebagai bahan ajar santri kelas tertentu, beliau pernah menyebut “ Bila Santri sudah mengusai Kitab Taqrib (Kitab Fiqh,Karya Abu Syuja’ Al Ashfahany) dapat disebut Kyai Tengahan” statement beliau sering disampaikan oleh alm. KH Imam Badri , Pimpinan Pondok Modern Gontor, dalam pidatonya dihadapan santri Gontor. 

Kyai Hasbulloh sosok sederhana, ikhlas dan tawaddlu’ 
Mengagungkan Al Qur’an ; Dalam kapasitas sebagai Kyai sepuh, Kyai Hasbulloh, tidak segan meminta untuk mengoreksi bacaan Al Qur’an-nya, bila bertemu dengan Hafidz Al Qur’an, meskipun berusia lebih muda. Dalam masa purna mengajar (karena usia), beliau menghatamkan al qur’an kurang lebih 600 kali Khataman, meski demikian beliau tetap resah “ saya tidak tahu apakah bacaanku diterima oleh Allah atau tidak” 
Suatu hari beliau ditawari untuk diberangkatkan Haji oleh salah seorang dermawan, beliau menolak halus dengan alasan merasa belum berkecukupan secara syari’at. (sangat menjaga keikhlasan beribadah). 

Jenazahnya disholatkan di Kairo 


Kyai Hasbulloh Wafat pada Hari Senin Kliwon, 29 Jumadil Akhir 1401/4 Mei 1981, dimakamkan di Pemakaman Komplek Pesantren  Darul Hikam, Joresan, Mlarak, Ponorogo. Ribuan pelayat mengiringi jenazah beliau. Yang mengherankan beberapa waktu kemudian mahasiswa di Mesir mengkonfirmasi  tentang kebenaran wafatnya Kyai Hasbulloh, Joresan. Ia menjelaskan suatu ketika sebuah masjid mensholatkan Ghoib atas Jenazah Kyai Hasbulloh, tanpa diketahui siapa pembawa beritanya. Terlihat aneh karena pada saat itu sarana telekomunikasi  belum ada seperti sekarang ini. Wallohu a’lam. (bersambung)..


Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

3/recent/post-list

Support

3/recent/post-list